Selasa, 20 Maret 2012

FANGIRL #2




“Ck ! kenapa kau lama sekali ?!” decakku pada Sung Young yang masuk ke dalam mobilku. “mianhaeyo.. Sung Rin~a. aku juga tidak tau acaranya sampai petang begini. Hehehe” ia hanya nyengir kuda dan menggaruk kepalanya yang kurasa tidak gatal.
“oh ya.. tadi aku dengar ada keributan di depan ballroom. Dan seingatku, kau menungguku di depan ballroom juga. Apa itu ada hubungannya denganmu?” tanyanya. Sekilas aku menolehnya dengan tampang masam. “nahh.. benarkan itu kau?!” ia mulai curiga dan menunjuk-nunjuk ke arahku.
“sudahlah. Itu tidak penting untuk dibahas” elakku dan mulai menghidupkan mesin mobil.
“sebenarnya ada apa? ayoolahh.. ceritakan padaku” ia menarik-narik ujung kemejaku seperti anak kecil. “aku sedang fokus menyetir, Sung Young~a. Jangan ganggu aku” aku tetap menolak bercerita padanya. Ia menyerah dan hanya menggerutu kesal.
Kamipun sampai di apartement kami. Aku dan Sung Young memang tinggal bersama. Tapi tidak hanya kami berdua saja. Kami juga mempunyai yeoja yang kami anggap sebagai kakak kandung kami, Kim Soon Ra onnie. Tidak seperti kami yang kuliah di Korea Advanced Institute of Science & Technology (KIST) #eeaaaa. Ia hanya bekerja sebagai manager di sebuah café tapi bukan café biasa. Itu adalah café mewah yang terletak di pusat Kota Seoul. Aku juga heran kenapa Soon Ra onnie bisa sukses seperti itu. Tanpa kuliah sekalipun. Mungkin memang nasibnya yang sangat beruntung. Kami bertiga membayar uang sewa apartement ini dengan jerit payah kami sendiri. Aku bekerja sebagai editor utama di perusahaan penerbit. Sedangkan Sung Young menjadi guru honorer di sebuah sekolah menengah atas. Kami memang terbilang sangat muda untuk menduduki posisi-posisi itu. Keberuntungan memang menyertai kami bertiga.   
“apakah Soon Ra onnie sudah pulang? Kenapa gelap sekali disini?” Sung Young mencari-cari tombol lampu untuk menerangi apartement kami. “molla” jawabku singkat. Aku menajamkan indra penciumanku, bau alkohol.
“ahh.. Soon Ra onnie. Kau minum lagi !” aku menghampiri Soon Ra onnie yang tengah duduk di meja makan didampingi 2 botol soju. “ohh.. kalian sudah datang. Kenapa lama sekali? Aku kesepian disini” ucapnya yang setengah sadar.
“apa karena Taemin lagi?” selidik Sung Young. Seketika Soon Ra onnie menoleh ke arah kami dengan tatapan sendu.
“namja itu. Kenapa dia tidak pernah peka terhadap perasaanku? Aku selalu berada disisinya. Menampung semua curahan hatinya. Tapi kenapa ia tidak mengerti tentang diriku? Aku sangat mencintainya Sung Young~a, Sung Rin~a. Hatiku sangat sakit. Hubungan kami tidak jelas seperti apa bentuknya. Aku tidak tau bagaimana perasaannya padaku. Aku sangat menderita” katanya menatap kami bergantian. Tangisnya pecah.
“lupakan saja dia, onnie. Sudah jelas ia hanya menganggapmu sebagai noonanya saja. Perhatiannya selama ini hanya sebatas rasa sayang adik kepada kakaknya” aku mencoba menenangkannya.
“tapi aku sangat mencintainya. Cintaku bukan cinta untuk seorang adik, melainkan cinta seorang yeoja pada namja” isakannya mulai terdengar membahana di apartement ini. Sung Young mendekap Soon Ra onnie dan menepuk pelan bahunya.
“ayolah onnie, masih banyak namja yang menyukaimu di dunia ini. Bahkan mungkin lebih baik dari Taemin” ujar Sung Young. “Hikss.. aku menderitaa” ucap Soon Ra onnie sebelum akhirnya ia pingsan.
“hahh.. bawa saja ia ke kamar. Sepertinya dia sudah mabuk berat” suruhku pada Sung Young sambil menggeleng pelan melihat dua botol soju yang sudah kosong.
“Yaa ! kenapa harus aku?!” tolak Sung Young yang masih menahan tubuh Soon Ra onnie agar tidak jatuh.
“memangnya kau mau Soon Ra onnie kita biarkan disini?” balasku. “kalau begitu kita bopong berdua” ajaknya. Aku menggeleng cepat, “shireo” aku melenggang masuk ke kamarku. “Yaa ! tapi dia berat !” teriakannya menggema di setiap sudut apartement. “anggap saja itu sebagai hukuman membiarkanku menunggu lama acara bodohmu itu !”
Aku menutup pintu kamarku. Membiarkan Sung Young berusaha membopong Soon Ra onnie.. haha ! rasakan pembalasanku !
Ngomong-ngomong soal acara itu, aku kembali memikirkan kejadian-kejadian tadi. Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang.
“oppa. Hari ini aku bertemu denganmu langsung, apa kau tidak mengingatku?” gumamku sembari melepaskan sesuatu dari leherku. Kalung ini, pemberian seseorang  10tahun lalu. Kalung yang berliontin emas segi empat dan terukir kata LOVE di permukaannya. Kugenggam kuat liontin itu.
Entah saat itu bagaimana hubungan kami yang sebenarnya. Kami begitu dekat. Bukan sebagai kekasih. Ia tidak pernah menyatakan perasaanya padaku. Tapi ia sangat perhatian, selalu ada untukku, menghiburku setiap saat. Membuatku menyimpan perasaan padanya.
***
-Shin Sung Young POV-
Aishh.. yeoja itu benar – benar. Tega sekali menyuruhku membopong Soon Ra onnie sendirian ke kamarnya.
“aku mencintaimu, Taemin. Aku mencintaimu” gumam Soon Ra onnie saat kubaringkan ia di ranjangnya. Aku hanya menggeleng prihatin melihatnya.
Cklekk
Kututup pelan pintu kamarnya agar ia tidak terbangun. “lalu sekarang aku harus apa?” dengusku sendiri. Akhirnya kuputuskan berjalan-jalan sebentar ke luar apartement.
Aku berjalan tanpa tujuan. Hanya sekedar mencari udara segar di malam hari. Langkahku terhenti ketika melihat seorang namja yang sedang menoleh kesana kemari. Siluetnya seperti tidak asing bagiku. Aku mencoba mendekatinya dan menyentuh pundaknya.
“annyeong?” sapaku. Ia menoleh, dan… taadaaa… kalian pasti kaget siapakah namja dihadapanku sekarang ini. “neo?” aku terlonjak tak percaya melihat seseorang yang tengah berdiri di dekatku. Apakah aku sedang bermimpi?? Seseorang ! cubit aku !
“kau mengenalku?” tanyanya lalu menaikan sedikit syal tebal yang melilit di lehernya dan membenarkan topi yang ia pakai. “tentu saja aku mengenalmu. Kau Kim Jong Woon alias Yesung Super Junior !” tebakku. Seketika ia membulatkan matanya.
“ssttt…jangan keras – keras” katanya yang meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya. Aku mengangguk mengerti. “kau ELF?” ia memerhatikan kalung yang kupakai. Memang kalung yang kukenakan berliontinkan kata ‘ELF’. Aku mengangguk lagi.
“kalau begitu, apa kau tau ini daerah mana?” tanyanya. Aku hanya mengernyit bingung. “bukankah kita sedang berada di Sungai Han, oppa. Memangnya kenapa?” jawabku sembari menunjuk sebuah sungai yang terletak beberapa meter dari tempat kami berdiri . Ia mulai bersikap serius, “begini, rencananya tadi aku hanya ingin berjalan-jalan di sekitar dormku. Tapi, tanpa sadar aku malah sampai ketempat ini. Aku tau kalau ini adalah daerah Sungai Han. Tapi aku tidak tau jalan untuk pulang” jelasnya. Sedetik kemudian aku tertawa keras.
“huahahahaha… oppa ! kau lucu sekali ! huahahhaha” tawaku terbahak-bahak. Demi apapun, ini untuk kedua kalinya, YESUNG LUPA JALAN PULANG KE DORM.
“sstttt… sudah kubilang jangan keras-keras. Bisa-bisa ada yang mengenaliku nanti” ia melihat ke sekitar. Memastikan tidak akan ada yang curiga dengan keberadaannya.
“haha.. oke oke. Baiklah. Jadi, sudah berapa lama oppa tersesat disini?” ucapku menahan tawa. Bagaimana bisa aku tidak tertawa melihat kejadian langka ini (?)
“kalau tidak salah, baru 2 jam” ujarnya dengan tampang polos. “mwo? Baru 2 jam kau bilang? Apa oppa tidak kedinginan?” tanyaku.
“maka dari itu, kau mau membantuku tidak?” ia merapatkan mantel tebal yang dipakainya. “mengantarmu pulang?”  ia mengangguk cepat.
Akhirnya kuputuskan untuk mengantarkannya kembali ke dormnya. Terdengar lucu memang, tapi mau bagaimana lagi? Masa iya aku membiarkan biasku tersesat di negaranya sendiri ^^
Sekitar 15 menit kami berjalan kaki, akhirnya kami sampai di dorm Super Junior.
“wahh.. bagaimana aku bisa lupa jalan pulang ya?” sungutnya. Aku hanya memutarkan kedua bola mataku. “Kamsahamnida Agassi” ia sedikit membungkuk dan akupun mengikutinya.
“ne, cheonmaneyo, oppa” balasku. Ia  hendak memasuki dormnya, tapi baru selangkah ia berbalik lagi. “oh iya.. boleh aku minta nomor ponselmu?” tanyanya. Mataku membulat sempurna. “u-untuk apa?” aku salah tingkah. Bayangkan saja biasmu itu meminta langsung nomor ponselmu sendiri.
“aniyo. Tidak enak rasanya jika aku hanya mengucapkan terimakasih padamu. Kalau tidak ada kau, bisa-bisa aku benar-benar tersesat dan mati kedinginan disana” ujarnya. Aku hanya bisa diam mematung.
“lalu?” ucapku meminta penjelasan lebih lengkap darinya. “Yaa.. barangkali aku bisa memberimu sesuatu sebagai tanda terimakasih yang lebih pantas. Ottokhae? Kau mau tidak?” tanyanya lagi. Akupun memberikan nomor ponselku padanya. “nama apa yang harus kuberikan pada nomormu?” ia tersenyum padaku. Aku hanya terkekeh geli, “Shin Sung Young, namaku Sung Young. Kalau begitu, aku pulang dulu ya, oppa. Ini sudah malam. Annyeong” aku beranjak dari tempat itu.
“Gomawo, Shin Sung Young~ssi” teriaknya sambil melambaikan tangannya padaku. Aku hanya tersenyum bahagia melihatnya. Haahh.. sepertinya tidurku akan nyenyak malam ini ^^
***
-Shin Sung Rin POV-
“Hoaahhmm.. jam berapa ini?” aku menguap. Mataku masih mengerjap-erjap. Tanganku meraih jam weker yang terletak di meja sebelah ranjangku. “baru jam 5 pagi” gumamku. Aku berjalan malas ke kamar mandi.
Jarang sekali aku bangun pagi-pagi begini. Entahlah karena tidurku yang tidak nyenyak atau karena hal lain. Daripada aku kembali tidur, lebih baik aku membuatkan dua makhluk (?) itu sarapan.
Setelah satu jam aku berkutat di dapur, akhirnya aku membawa hasilnya ke meja makan. Terdengar langkah berat dari sebuah kamar.
“emmhh.. tumben sekali kau bangun pagi, Sung Rin~a” ujar Sung Young yang setengah kesadarannya masih di alam baka (?). “wahh.. kau buat sarapan juga ya?” lanjutnya melihat-lihat semua makanan diatas meja.
“Yaa ! apa kau tidak ada kuliah hari ini?” tanyaku. Ia hanya menguap lebar sambil mengusap-usap wajahnya. “ada sih” jawabnya singkat.
“kalau begitu cepat mandi sanah ! ini sudah hampir pukul 7 pagi” suruhku memukul pelan lengannya. “ne ne. arasseo” ia berjalan gontai menuju kamar mandi. Akupun kembali ke kamar dan menyiapkan keperluan kuliahku hari ini.
Sung Young yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung memposisikan dirinya duduk untuk menikmati sarapan. Disusul olehku yang membawa tas gandeng serta jaket abu-abu favoritku.
“Soon Ra onnie belum bangun?” Tanya Sung Young. Aku hanya mengangkat bahuku.
“aku disini” suara Soon Ra onnie terdengar setelah pintu kamarnya terbuka. “hadduhhh.. kepalaku pusing sekali” ucapnya sembari memegangi kepalanya. “siapa suruh minum 2 botol soju. Sudah tau kalau kau sendiri tidak kuat minum” sungutku lalu memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutku. Ia hanya menggerutu tidak jelas lalu berjalan ke kamar mandi.
“Sung Rin~a. kau tau tidak-“ ujar Sung Young. “aku tidak tau karena kau belum memberi tau” balasku memotong kata-katanya. “ihh.. aku belum selesai bicara !”
“oke oke. Ada apa Shin Sung Young~ssi?” tanyaku. Ia tersenyum sumringah lalu melanjutkan kalimatnya, “kemarin malam aku berjalan-jalan di sekitar Sungai Han. Dan kau tau aku bertemu siapa? Kim Jong Woon alias Yesung ! member Super Junior ! dan satu lagi, ia ternyata tersesat ! tidak tau jalan pulang ! haha.. betapa lucunya sikapnya kemarin. Lalu ia memintaku untuk mengantarnya pulang ke dormnya. Sampai di dormnya, ia menanyakan nomor ponselku. Ya.. kuberi saja. Dan ia juga menanyakan namaku. Wahh.. aku seperti ingin melayang !” kata-katanya membuatku mengangguk-angguk pura-pura mengerti. Ingin sekali kusumpal mulutnya itu dengan kaos kakiku.
“yasudah.. melayang saja sana. Sekalian jangan kembali lagi ya” ucapku santai sambil meneguk segelas susu. “aku serius Sung Rin~a. yesung ! yesung !” serunya mengguncangkan lenganku.
“yesung si kepala besar itu?” ledekku. “apa kau bilang?! Kepalanya tidak besar tau !” belanya. Aku menahan tawa, “lalu apa? maksudmu kepalanya tidak besar, melainkan hanya melebihi rata-rata? Begitu? huahahaha” tawaku lepas. Ia terlihat geram dan bersiap melempariku dengan sendok yang ada di tangannya.
“ya ! ya ! ya ! pagi-pagi begini kalian sudah ribut ! bukankah harusnya kalian berangkat kuliah ?!” Soon Ra onnie datang melerai kami. “ini lagi satu !” ucapku pada Soon Ra onnie, ia mendelik “apa ?!!” teriaknya lalu melepaskan sandal yang dikenakannya.
“huaaa… kabbuurrr”
*To Be Continue*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar