Author : SungRin
Cast : Cho Kyuhyun, Shin Sung
Rin, Lee Hyuk Jae, Shin Sung Young, Kim Jongwoon, Lee Donghae, Kim Soon Ra.
Category : OneShoot
Genre : Romance, Friendship
***
***
“kita
tidak akan berpisah selamanya. Aku akan pulang seminggu sekali”
“tapi
aku ingin ikut”
“jangan.
Kau harus tetap menungguku disini. Jika aku pulang nanti, kau haruslah orang
pertama yang akan menyambutku”
(NP :
FIX – Please, Don’t say ..)
***
-Shin Sung Rin POV-
“haissh.. apa dia sudah gila?
Menyuruhku menunggu acara Gathering yang berjam-jam itu !!” gerutuku sembari
mencari tempat duduk yang nyaman di salah satu gedung Hotel. Ya.. aku menunggu
sahabatku, Shin Sung Young. Dia sedang mengikuti acara Gathering yang diadakan
sebuah boyband ternama, Super Junior atau apalah itu namanya aku tidak tau.
Aku merogoh ponsel dalam tas gandeng
hijau lumut kesayanganku.
“ada apa?” sebuah suara melengking
keluar dari speaker ponselku. “Yaa ! berapa lama lagi aku harus menunggumu?!
Aku lelah !!” kulampiaskan kemarahanku padanya. Pelayan hotel yang sedang
berseliweran (?) pun hanya menatapku aneh.
“tunggulah 30menit lagi, ne?” suara
tanpa dosa itu membuatku ingin menginjak-injak ponselku sendiri. “mwo?!! Tega
skali ka-“
Tuutt tuutt tuutt …
Sambungan telepon terputus. “Arghh..”
Sudah hampir setengah jam aku menunggu
diluar ballroom hotel ini, sahabat tengikku belum keluar juga. Aku meneguk
strawberry juice yang disuguhkan pelayan. Saat ingin meletakkan gelas itu di
meja, ponselku terjatuh. Dengan amat sangat malas kuambil ponselku di lantai
dan kembali ke tempatku semula.
JDUGG !
“aduhh.. bajukuu” seorang yeoja tinggi
berambut hitam pekat mengusap-usap bajunya yang tak sengaja kutumpahkan
minumanku saat aku berdiri.
“ahh.. mianhamnida Agassi. Aku tidak
sengaja” aku membungkuk minta maaf padanya. “apa?? mianhamnida?? Kau tau tidak
baju ini adalah baju ELF. Dan , kau menumpahkan minumanmu di bagian yang
ditandatangani Kyuhyun tadii !!!” ucapnya menunjuk-nunjuk kearah sebuah tanda
tangan di bajunya itu. Heyy !! aku kan tidak sengaja !!
“aku benar-benar tidak sengaja. Sini
biar aku yang bersihkan” aku mencoba mencoba membersihkan noda minumanku tadi.
Tapi ia segera menepisnya kasar. “percuma saja ! baju ini memang tidak mahal.
Tapi lihat ! tanda tangan Kyuhyun jadi kotor. Kau tidak bisa menggantinya !!”
suaranya semakin meninggi membuatku menutup sedikit daun telingaku.
“kau bukan ELF ya? Lalu untuk apa kau
kesini?! Ahh.. apa jangan-jangan kau mau mengais sisa makanan dari acara
Gathering ini?!! Kau pasti tinggal di jalanan ya?” dia menatapku intens. Memerhatikanku
dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi kata-katanya berhasil membuat aliran
darahku mendidih.
PLAKK !!
Telapak tanganku mendarat mulus di pipi
kanannya. “jaga ucapanmu Agassi. Kau sama saja seperti bedebah busuk !” ujarku
yang tersulut api kemarahan.
Suara – suara berisik terdengar dari
pintu ballroom tepat beberapa detik setelah aku menampar dan memaki yeoja
dihadapanku ini. Terlihat member-member Super Junior dan ELF mengikutinya di
belakang. Semua mata kini tertuju padaku. Bahkan para memberpun menatapku
tajam.
Yeoja yang kutampar tadi berlari
mendekati para member dan mulai berkata yang tidak-tidak, “oppa? Kau lihat
tadi? Gadis itu menamparku dan berkata kasar. Aku ini ELF, oppa. Dia iri karena
bajuku ditanda tangani Kyuhyun oppa. Lalu ia sengaja menumpahkan minumannya ke
bajuku dan langsung menamparku. Entah aku salah apa padanya, oppa” rengeknya.
Tanganku mengepal bersiap meninju yeoja itu. “Cishh.. aku turut berduka cita
karena Super Junior memiliki fans gila sepertinya” kataku. Segera ku gandeng
tas dan jaket abu-abuku keluar dari gedung sialan itu.
Aku menduduki sebuah bangku panjang di
dekat taman hotel. “heh.. bisa-bisanya kau dipermalukan di depan umum seperti
itu, Shin Sung Rin~ssi” aku terkekeh dalam hati. Butiran kecil air mata jatuh
dari pelupuk mataku. “bahkan kau jadi cengeng seperti ini” rutukku. Kuhapus
kasar air mataku hingga seonggok (?) tangan menyodorkan sebuah sapu tangan.
Tanpa menoleh sang empunya, ku terima
sapu tangan itu dan mengusap pipiku yang basah. “kenapa kau menangis?” sebuah
suara itu menggema di telingaku. Sontak aku melirik pemilik suara. “NEO ?!!!”
teriakku sarkastik. Ia hanya mengerutkan keningnya, “ada apa?” tanyanya heran.
“untuk apa kau kesini?” dengusku kesal.
“apa tidak boleh seorang idola menemui
fansnya?” ujarnya lalu duduk di sebelahku.
“Cihh.. aku bukan fansmu. Aku juga
bukan ELF” tegasku sambil melempar sapu
tangan yang diberikannya tadi. “Yaa !! aku sudah mencoba bersikap sopan pada
para fans. Tapi kenapa malah fans yang bersikap kasar padaku?!” ia mengomel sendiri.
Tak kuhiraukan apa yang dia ucapkan, aku hanya menyenderkan bahuku pada bangku
panjang itu sembari melipat kedua tanganku. “sudah kubilang aku bukanlah fans
kalian” tegasku sekali lagi. Kini ia menghadapku dan membulatkan matanya.
“Mworago? Lalu kenapa kau bertengkar
karena tanda tanganku tadi?”.
“dan kau percaya?”
“jadi kau benar-benar bukan ELF? Kalau
begitu untuk apa kau disini?”
“aku menunggu temanku yang mengikuti
acara gathering kalian” jelasku dan diterima anggukan kecil darinya. “tapi apa
kau tidak memiliki satu biaspun di Super Junior?”
“hanya satu” ucapku. Ia pun kembali
menoleh padaku dengan mata yang berbinar.
“nugu?” tanyanya. Aku menghela nafas
berat, “Eunhyuk”
“mwoya?? Kenapa kau bisa menyukai namja
monyet itu?! Semua orang juga tahu kalau aku jauh lebih tampan darinya! Apa
matamu sudah katarak ?! huhh?!” omelnya lagi dan lagi. Aku hanya mengalihkan
pandanganku. “aku bukan menyukai Eunhyuk karena wajahnya. Sifatnya yang sangat
baik dan penyayang membuatku menjadi fansnya”
“lalu kau anggap sifatku ini seperti
apa?!”
“magnae iblis yang tengil dan suka
menjahili hyung-hyungnya sampai membuat semua member kesal. Hahh.. bukankah
fansmu yang katarak hingga memilihmu sebagai bias mereka? Entahlah kenapa pihak
management bisa menetapkanmu menjadi anggota Super Junior yang ke-13 padahal
sifatmu itu jauh lebih buruk dari Lucifer sekalipun” ucapku tanpa rasa berdosa sedikitpun.
“apa kau bilang ?!!!” ia memelototiku
dan mencengkram kuat lenganku. “ya!! apa yang kau lakukan !!” sergahku. Tanpa
mengindahkan teriakanku, ia menarikku, atau lebih tepatnya menyeretku ke sebuah
ruangan yang dipenuhi member Super Junior. Oh God.. apa aku boleh mati
sekarang?!
“Hyuk Jae hyung. Ini fans beratmu. Tadi
aku bertemu dengannya di taman hotel dibelakang. Ia berlutut ingin dipertemukan
denganmu” ujarnya dengan penuh kebohongan. Aku menatapnya kesal. Pandanganku
beralih pada Eunhyuk yang menatapku aneh. “bukankah kau yang bertengkar dengan
ELF lain di depan Ballroom tadi?” Tanya Eunhyuk yang berhasil membuat air
mataku membasahi wajahku lagi.
“begitukah?” aku menggenggam kuat
sebuah benda yang menggantung di leherku. “aku harus pergi, annyeong” ucapku sedikit
membungkuk lalu segera keluar dari ruangan terkutuk itu. Sekilas terdengar
suara tawa iblis bagaikan telah mendapatkan jiwa baru.
“Awas kau, Cho Kyuhyun !”
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar