Minggu, 18 Maret 2012

FANGIRL #1


Author                  : SungRin
Cast                      : Cho Kyuhyun, Shin Sung Rin, Lee Hyuk Jae, Shin Sung Young, Kim Jongwoon, Lee Donghae, Kim Soon Ra.
Category               : OneShoot
Genre                    : Romance, Friendship
***

***
“kita tidak akan berpisah selamanya. Aku akan pulang seminggu sekali”
“tapi aku ingin ikut”
“jangan. Kau harus tetap menungguku disini. Jika aku pulang nanti, kau haruslah orang pertama yang akan menyambutku”
(NP : FIX – Please, Don’t say ..)
***
-Shin Sung Rin POV-
“haissh.. apa dia sudah gila? Menyuruhku menunggu acara Gathering yang berjam-jam itu !!” gerutuku sembari mencari tempat duduk yang nyaman di salah satu gedung Hotel. Ya.. aku menunggu sahabatku, Shin Sung Young. Dia sedang mengikuti acara Gathering yang diadakan sebuah boyband ternama, Super Junior atau apalah itu namanya aku tidak tau.
Aku merogoh ponsel dalam tas gandeng hijau lumut kesayanganku.
“ada apa?” sebuah suara melengking keluar dari speaker ponselku. “Yaa ! berapa lama lagi aku harus menunggumu?! Aku lelah !!” kulampiaskan kemarahanku padanya. Pelayan hotel yang sedang berseliweran (?) pun hanya menatapku aneh.
“tunggulah 30menit lagi, ne?” suara tanpa dosa itu membuatku ingin menginjak-injak ponselku sendiri. “mwo?!! Tega skali ka-“
Tuutt tuutt tuutt …
Sambungan telepon terputus. “Arghh..”
Sudah hampir setengah jam aku menunggu diluar ballroom hotel ini, sahabat tengikku belum keluar juga. Aku meneguk strawberry juice yang disuguhkan pelayan. Saat ingin meletakkan gelas itu di meja, ponselku terjatuh. Dengan amat sangat malas kuambil ponselku di lantai dan kembali ke tempatku semula.
JDUGG !
“aduhh.. bajukuu” seorang yeoja tinggi berambut hitam pekat mengusap-usap bajunya yang tak sengaja kutumpahkan minumanku saat aku berdiri.
“ahh.. mianhamnida Agassi. Aku tidak sengaja” aku membungkuk minta maaf padanya. “apa?? mianhamnida?? Kau tau tidak baju ini adalah baju ELF. Dan , kau menumpahkan minumanmu di bagian yang ditandatangani Kyuhyun tadii !!!” ucapnya menunjuk-nunjuk kearah sebuah tanda tangan di bajunya itu. Heyy !! aku kan tidak sengaja !!
“aku benar-benar tidak sengaja. Sini biar aku yang bersihkan” aku mencoba mencoba membersihkan noda minumanku tadi. Tapi ia segera menepisnya kasar. “percuma saja ! baju ini memang tidak mahal. Tapi lihat ! tanda tangan Kyuhyun jadi kotor. Kau tidak bisa menggantinya !!” suaranya semakin meninggi membuatku menutup sedikit daun telingaku.
“kau bukan ELF ya? Lalu untuk apa kau kesini?! Ahh.. apa jangan-jangan kau mau mengais sisa makanan dari acara Gathering ini?!! Kau pasti tinggal di jalanan ya?” dia menatapku intens. Memerhatikanku dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tapi kata-katanya berhasil membuat aliran darahku mendidih.
PLAKK !!
Telapak tanganku mendarat mulus di pipi kanannya. “jaga ucapanmu Agassi. Kau sama saja seperti bedebah busuk !” ujarku yang tersulut api kemarahan.
Suara – suara berisik terdengar dari pintu ballroom tepat beberapa detik setelah aku menampar dan memaki yeoja dihadapanku ini. Terlihat member-member Super Junior dan ELF mengikutinya di belakang. Semua mata kini tertuju padaku. Bahkan para memberpun menatapku tajam.
Yeoja yang kutampar tadi berlari mendekati para member dan mulai berkata yang tidak-tidak, “oppa? Kau lihat tadi? Gadis itu menamparku dan berkata kasar. Aku ini ELF, oppa. Dia iri karena bajuku ditanda tangani Kyuhyun oppa. Lalu ia sengaja menumpahkan minumannya ke bajuku dan langsung menamparku. Entah aku salah apa padanya, oppa” rengeknya. Tanganku mengepal bersiap meninju yeoja itu. “Cishh.. aku turut berduka cita karena Super Junior memiliki fans gila sepertinya” kataku. Segera ku gandeng tas dan jaket abu-abuku keluar dari gedung sialan itu.
Aku menduduki sebuah bangku panjang di dekat taman hotel. “heh.. bisa-bisanya kau dipermalukan di depan umum seperti itu, Shin Sung Rin~ssi” aku terkekeh dalam hati. Butiran kecil air mata jatuh dari pelupuk mataku. “bahkan kau jadi cengeng seperti ini” rutukku. Kuhapus kasar air mataku hingga seonggok (?) tangan menyodorkan sebuah sapu tangan.
Tanpa menoleh sang empunya, ku terima sapu tangan itu dan mengusap pipiku yang basah. “kenapa kau menangis?” sebuah suara itu menggema di telingaku. Sontak aku melirik pemilik suara. “NEO ?!!!” teriakku sarkastik. Ia hanya mengerutkan keningnya, “ada apa?” tanyanya heran. “untuk apa kau kesini?” dengusku kesal.
“apa tidak boleh seorang idola menemui fansnya?” ujarnya lalu duduk di sebelahku.
“Cihh.. aku bukan fansmu. Aku juga bukan ELF” tegasku  sambil melempar sapu tangan yang diberikannya tadi. “Yaa !! aku sudah mencoba bersikap sopan pada para fans. Tapi kenapa malah fans yang bersikap kasar padaku?!” ia mengomel sendiri. Tak kuhiraukan apa yang dia ucapkan, aku hanya menyenderkan bahuku pada bangku panjang itu sembari melipat kedua tanganku. “sudah kubilang aku bukanlah fans kalian” tegasku sekali lagi. Kini ia menghadapku dan membulatkan matanya.
“Mworago? Lalu kenapa kau bertengkar karena tanda tanganku tadi?”.
“dan kau percaya?”
“jadi kau benar-benar bukan ELF? Kalau begitu untuk apa kau disini?”
“aku menunggu temanku yang mengikuti acara gathering kalian” jelasku dan diterima anggukan kecil darinya. “tapi apa kau tidak memiliki satu biaspun di Super Junior?”
“hanya satu” ucapku. Ia pun kembali menoleh padaku dengan mata yang berbinar.
“nugu?” tanyanya. Aku menghela nafas berat, “Eunhyuk”
“mwoya?? Kenapa kau bisa menyukai namja monyet itu?! Semua orang juga tahu kalau aku jauh lebih tampan darinya! Apa matamu sudah katarak ?! huhh?!” omelnya lagi dan lagi. Aku hanya mengalihkan pandanganku. “aku bukan menyukai Eunhyuk karena wajahnya. Sifatnya yang sangat baik dan penyayang membuatku menjadi fansnya”
“lalu kau anggap sifatku ini seperti apa?!”
“magnae iblis yang tengil dan suka menjahili hyung-hyungnya sampai membuat semua member kesal. Hahh.. bukankah fansmu yang katarak hingga memilihmu sebagai bias mereka? Entahlah kenapa pihak management bisa menetapkanmu menjadi anggota Super Junior yang ke-13 padahal sifatmu itu jauh lebih buruk dari Lucifer sekalipun”  ucapku tanpa rasa berdosa sedikitpun.
“apa kau bilang ?!!!” ia memelototiku dan mencengkram kuat lenganku. “ya!! apa yang kau lakukan !!” sergahku. Tanpa mengindahkan teriakanku, ia menarikku, atau lebih tepatnya menyeretku ke sebuah ruangan yang dipenuhi member Super Junior. Oh God.. apa aku boleh mati sekarang?!
“Hyuk Jae hyung. Ini fans beratmu. Tadi aku bertemu dengannya di taman hotel dibelakang. Ia berlutut ingin dipertemukan denganmu” ujarnya dengan penuh kebohongan. Aku menatapnya kesal. Pandanganku beralih pada Eunhyuk yang menatapku aneh. “bukankah kau yang bertengkar dengan ELF lain di depan Ballroom tadi?” Tanya Eunhyuk yang berhasil membuat air mataku membasahi wajahku lagi.
“begitukah?” aku menggenggam kuat sebuah benda yang menggantung di leherku. “aku harus pergi, annyeong” ucapku sedikit membungkuk lalu segera keluar dari ruangan terkutuk itu. Sekilas terdengar suara tawa iblis bagaikan telah mendapatkan jiwa baru.
“Awas kau, Cho Kyuhyun !”
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar